Kau bilang aku burung?
Jangan sekali-kali berkhianat kepada sungai, ladang, dan batu.
Aku selembar daun terakhir yang mencoba bertahan di ranting, yang membenci angin.
Aku tidak suka membayangkan keindahan kelebat diriku yang memimpikan tanah
Tidak mempercayai janji api yang akan menerjemahkanku ke dalam bahasa abu.
Tolong tafsirkan aku sebagai daun terakhir, agar suara angin yang meninabobokan ranting itu padam.
Tolong tafsirkan aku sebagai hasrat untuk bisa lebih lama bersamamu.
Tolong ciptakan makna bagiku, apa saja
Aku selembar daun terakhir yang ingin menyaksikanmu bahagia
Ketika sore tiba.
Karya Sapardi Djoko Damono
Komentar
Posting Komentar