Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Chairil Anwar

Cinta Ku Jauh Di Pulau

Cintaku jauh di pulau, gadis manis, sekarang iseng sendiri Perahu melancar, bulan memancar, di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar. Angin membantu, laut terang, tapi terasa aku tidak 'kan sampai padanya. Di air yang tenang, di angin mendayu, di perasaan penghabisan segala melaju Ajal bertakhta, sambil berkata: "Tujukan perahu ke pangkuanku saja," Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh! Perahu yang bersama 'kan merapuh! Mengapa Ajal memanggil dulu Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku? Manisku jauh di pulau, kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri. Karya Chairil Anwar

Sajak Putih

Buat tunanganku Mirat.. Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba Meriak muka air kolam jiwa dan dalam dadaku memerdu lagu Menarik menari seluruh aku Hidup dari hidupku, pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah Selama kau darah mengalir dari luka Antara kita Mati datang tidak membelah… Buat miratku, Ratuku! kubentuk dunia sendiri, dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini! Kucuplah aku terus, kucuplah Dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku… Sajak Putih Karya Chairil Anwar

Aku

Kalau sampai waktuku.. Ku mau tak seorangkan merayu.. Tidak juga kau.. Tak perlu sedu sedan itu.. Aku ini binatang jalang.. Dari kumpulannya terbuang.. Biar peluru menembus kulitku.. Aku tetap meradang menerjang.. Luka dan bisa kubawa berlari.. BERLARI !! Hingga hilang pedih perih Dan akan lebih tidak peduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Aku Karya Chairil Anwar