Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sujiwo Tejo

Stasiun Tua Ku

Rembulan di atas stasiun tua Di sudut kota kutanya kapan tiba Saat lampu lampunya padam Menjadi cuma siluet Peluit kereta datang Mungkin mengangkut kenanganku Dari jauh kucari cari Di antara turun penumpang Bulan teranglah lebih terang Malam itu Agar aku s’makin terang Menerawang Kenanganku Di antara manusia manusia Karya Sujiwo Tejo

Oh Rama Oh Sinta

Kisah terjadi, Kekasih Di peraduan malam syahdu Di peraduan raja dan permaisuri Berdua bicara binatang di tengah belantara Sang permaisuri, Kekasih Terpesona kijang kencana Kijangnya loncat loncat Meloncat tak kembali Tak mau diburu pendekar cintanya Kijang menjauh, Oh Juwita Jauh jengkal jangkauan raja Sang raja pergi tinggalkan permaisuri Berburu binatang dan pantang kembali Sampai nanti Sampailah senja, Oh Juwita Matahari di peraduan Di peraduan basah mata Sang Dewi Menanti tibanya pendekar cintanya Bulan pun tahun, berganti Tiada kabar tentang Sang Raja Tiada tertahan pemaisuri menyusul Menyusuri riuh gemuruh kali di belantara Sang permaisuri, Kekasih Tersesat berjumpa pemuda Yang kekasihnya mati Tinggalkan kekasihnya Tertancap panah pendekar cintanya Karya Sujiwo Tejo

Gugur Bisma

(Pada kancah Baratayuda Pada kancah perang besarmu hari ini Bisma, jiwa besar pada sekeping kaca Setiap saat Engkau berkaca... GUGUR) Kang pungkasan pitungkase kang masmu Kandaku kang pegat pegat tan biso runtut Kanthi muncrate getih pating deleweran Dadaku kang kejet kejet tan biso muwus Usai usiamu kasihku t’lah usai T’lah usai senang T’lah tuntas perang Usai semesta rasa Semesta duka lara Usai sudah suka duka Kacakan kacau wajahmu berkaca Di mataku yang Mataku berkaca kaca Kalau t’lah lelah dan kau terlampau Berkilauan luka Kupangku kau kan kupangku Karya Sujiwo Tejo

Panakawan Dan Saya

Gemerincing Jingkat jingkat kakiku gemerincing Bergemerincing genta Gementa di kakiku Gempita di hatiku Ketika kuhentak-hentak kakiku bergenta Tepat depan tempat tinggalku Tempat tinggalku dulu bersama saudara Mengembara Mengumbar umur mengembara Mengobar rasa Mengaburkan rindu Mengobarkan rindu Duhai kini kurindu Duka lara duka di rantau ganti bergenta Tepat depan tempat tinggalku Tempat tinggalku dulu bersama saudara Karya Sujiwo Tejo

Aku Lala Pada Mu

Nyaris usai suratku padamu Surat musik dan nafasku Kusampaikan via angin gunung Kuangankan angin belum sirna Suatu saat angin kan sampai Sangat sepoi mengusap tangismu Saat ini nafasku sampai Suratan nafas [surat nafasku) Nada nada Lala lala Kata kata Dengar saja Cuma sebagai suara saja Bukankan tak ada Nyata tak ada Memang tak ada Memang tak ada Kata untuk kangen yang paling kangen Pusat kangen Inti kangen Aku lala Sangat lala Padamu Karya Sujiwo Tejo

Cinta Tanpa Tanda

Telah ku tandakan semesta cintaku kau tandaskan cinta tanpa tanda Kuhasratkan isyarat sahaja kau isyaratkan pintaku terlampau terlampau berprasyarat cintaku Kau isyaratkan cinta tanpa tanda Berulang berbulan berwewinduan (kurindu) Kupejam kutajamkan asah rasa (kubaca tanda) Mata kubutakan terawangku hanya dengan rasa (kubaca tanda) Kuping hidung lidah rabaanku pun telah kuenyahkan (kubaca tanda) Tipu daya panca indrapun telah tuntas kusingkirkan (kubaca tanda) Kutandai kurasai semesta yang tak kasat mata Katamu kumasih jadi budak pancaindra yang membuatku terkecoh Cinta Tanpa Tanda Karya Sujiwo Tejo

Lautan Tangis

Berlayarlah di laut laut keringat kami Tertawalah di laut laut keringat kami Berselancarlah di laut laut keringat kami Berpesiarlah di laut laut keringat kami Bergerak bergerak, tetap bergerak Menderap langkah, merapat barisan Bergerak bergerak, tetap bergerak Berat kita junjung, ringan kita jinjing Bergerak bergerak, tetap bergerak Berlumur keringat dan air mata Berlayarlah di lautan air mata kami Tertawalah di lautan air mata kami Berselancarlah di lautan air mata kami Berpesiarlah di lautan air mata kami Bersabar bersabar kita sejak dulu Amuk kita timbun, munjung bagai gunung Bersabar bersabar kita sejak dulu Amuk kita tunda, gunung tak meletus Bersabar bersabar kita sejak dulu Sejak dulu nahan sejuk bagai gunung Pesta poralah di gunung kesabaran kami Dansa dansilah di gunung kesabaran kami Injak-injakkan kakimu di gunung kesabaran kami Buang botol botol minummu di gunung kesabaran kami Bersabar bersabar sampai habis sabar Sabar jadi riak, riak jadi ombak B...

Hujan Deras

Hujan deras dengan air mata Butir butir tangisan di pipiku Guntur menyambar dengan kilaunya Berkilat kilat kilau di pipi Kurasa keputusasaan manu…… Sia, sia, sia, sia sia Butir-butir air mata Bilas dengan bahak tawamu hahaha Karna keputusasaan manu Sia sia sia sia sia sia Hujan deras dengan air mata Butir-butir tangisan di pipi Kucur air mata ke samudera Berbuih berombak tertawaku Bersorak-sorai Berderai air di mata Tersendu sendu Bersenda gurau guraunya Gusar dan tenteram Samar-samar berbeda Samar-samar samanya Samar samanya Telah kau saksikan, kekasih, tangis tawaku Ibarat tuntas tiada berbeda Karya Sujiwo Tejo