Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Wira Nagara

Cinta Pertama

Saat aku didekatmu.. Aku merasa sedang tidak menjadi diriku Aku merasa aliran darahku mengalir dengan cepat Jantung ku berdebar kencang Saat itu aku tidak tau kenapa Tapi sekarang aku tahu itu apa Apakah itu yang dinamakan cinta pertama ? Ataukah hanya rasa suka sahaja ? Rasa yang belum pernah aku rasakan sebelumnya Rasa yang membuatku selalu bahagia Rasa yang membuatku berbunga-bunga Membuatku seperti melayang di angkasa Dan aku yakin rasa itu dinamakan dengan CINTA Cinta Pertama Karya Wira Nagara

Masih Cinta

Aku berjalan ke sekolahku.. Saat aku masuk kelas, aku pikir kamu... Aku mencoba tersenyum, tertawa seperti sebelumnya Tapi itu tidak sama ketika aku denganmu Kau tahu kenapa ?? Karena kau lah yang membuat hari-hariku penuh warna Aku ingat hari kenangan indah Hari tanpa kesedihan, gangguan maupun kekhawatiran Karena pada hari-hari itu, kamu disampingku Dan kegelapan melarikan diri Masih Cinta Karya Wira Nagara

Destilasi Alkena

Pernah bahagia kita merekah indah, tanpa sedikitpun gelisah. Saat lantunan rindu adalah alasan tiap pertemuan. Saat mencintaimu bukan hanya sekedar lamunan. Semurung mendung sederas hujan. Mimpiku memuai hebat adanya ketiadaan. Aku tak pernah menyesal atas keputusanmu memilihnya, yang aku sesalkan adalah tidak ada sedetikpun kesempatan bagiku membuatmu bahagia. Kesalahanku, menjadikanmu alasan segala rindu. Waktupun mengurangi tetesan hujan, menjadi bulir-bulir kenangan. Ia menelusuk tanpa permisi membasahi nurani. Merangkat naik menyusun kata yang dibicarakan oleh pelupuk, memaksa mata bekerja mengeluarkan kalimat penuh derita. Degup jantung menyatu detik, menyuarakan penyesalan yang runtuh menitik. Bukan perih yang aku ratapi, tapi pengertian yang tak pernah kau beri. SADARLAH !!! Aku telah mencintaimu dengan terengah-engah. Mencibir oksigen dengan menjadikanmu satu-satunya udara yang aku izinkan mengisi setiap rongga. Menghempas darah dengan namamu yang mengalir mem...

K.I.T.A

Sebelum hadir kata kenyamanan, pastikan itu cinta bukan cuma penasaran belaka. Karena sering kita melihat hati-hati yang patah sebelum cinta benar-benar merekah. Semua itu berujung pada saling menyalahkan dan saling mencaci satu sama lain. Hingga akhirnya tak pernah ada lagi saling sapa akibat kegagalan menanggapi rasa. Jatuh cinta tak pernah bisa dikatakan biasa. Ada rindu yang selalu jatuh di terik sepi yang lupa berteduh. Ada bosan yang selalu tertolak di tiap angan yang begitu menginginkan. Serta, ada sakit yang tak akan pernah membekas di tiap hati yang selalu ikhlas. Iya, maaf... Kata sederhana yang selalu menjadi juara. Begitu mudah diberikan, begitu cepat dilupakan. Berikut semua penjelasan tanpa henti tentang berhenti menyakiti hingga janji setia sampai mati. Beserta pelukan hangat sehabis pertengkaran dan bisikan sayang yang begitu menenangkan. Kemudian, lupa akan luka, Hilang akan benci. Perlahanpun berganti. Lepas genggaman, cinta terbunuh pelan-pelan. Terut...

Kopi, Lukisan, Kenangan

Lihat.. Tepat setelah lampu-lampu di padamkan Kau menyala sebagai satu-satunya yang aku rindukan Disini.. Di tempat yang paling kamu hindari, aku pernah berdiri Menggores kata menulis warna Pada ratapan panjang yang menguat dalam dinding kecemasan Aku mengisahkan kenangan di kepasrahan yang begitu lapang Retak berserakan, tanpa kediaman Terkoyak sepi, melayang di antara pekat aroma kopi Dengar.. Tepat setelah jejak-jejak di langkahkan Kau menyapa sebagai satu-satunya yang ku nantikan Disini.. Di peluk yang pernah kau nikmati, aku masih sendiri Mencari kehilangan, menemui perpisahan Pada letupan kenang yang memuat kekosongan Aku membicarakann senyummu di keindahan yang telah hilang Hancur berkeping, tersapu kesunyian, terinjak lara Terlarut dalam pahit di seduh air mata Tunggu.. Santailah sejenak.. Karna tepat setelah meja-meja di tinggalkan Kedai ini menyesak sebagai satu-satunya keterangan Satu kisah yang pernah kita upayakan Beribu rencana yang pernah ...