Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sapardi Djoko Damono

Hatiku Selembar Daun

Hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput Nanti dulu, biarkan aku sejenak berbaring di sini Ada yang masih ingin ku pandang Yang selama ini senantiasa luput Sesaat adalah abadi Sebelum kau sapu taman setiap pagi Hujan di Bulan Juni Tak ada yang lebih tabah Dari hujan bulan Juni Dirahasiakannya rintik rindunya Kepada pohon berbunga itu Tak ada yang lebih bijak Dari hujan bulan Juni Dihapuskannya jejak-jejak kakinya Yang ragu-ragu di jalan itu Tak ada yang lebih arif Dari hujan bulan Juni Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu Karya Sapardi Djoko Damono

Pada Suatu Hari Nanti

Pada suatu hari nanti Jasadku tak akan ada lagi… Tapi dalam bait-bait sajak ini Kau tak akan kurelakan sendiri… Pada suatu hari nanti Suaraku tak terdengar lagi… Tapi di antara larik-larik sajak ini Kau akan tetap kusiasati… Pada suatu hari nanti Impianku pun tak dikenal lagi… Namun di sela-sela huruf sajak ini Kau tak akan letih-letihnya kucari… Karya Sapardi Djoko Damono

Sajak Tafsir

Kau bilang aku burung? Jangan sekali-kali berkhianat kepada sungai, ladang, dan batu. Aku selembar daun terakhir yang mencoba bertahan di ranting, yang membenci angin. Aku tidak suka membayangkan keindahan kelebat diriku yang memimpikan tanah Tidak mempercayai janji api yang akan menerjemahkanku ke dalam bahasa abu. Tolong tafsirkan aku sebagai daun terakhir, agar suara angin yang meninabobokan ranting itu padam. Tolong tafsirkan aku sebagai hasrat untuk bisa lebih lama bersamamu. Tolong ciptakan makna bagiku, apa saja Aku selembar daun terakhir yang ingin menyaksikanmu bahagia Ketika sore tiba. Karya Sapardi Djoko Damono

Aku Ingin

aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada Karya Sapardi Djoko Damono