Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Acep Zamzam Noor

Menjadi Penyair Lagi

Melva, di Karang Setra, kutemukan helai-helai rambutmu Di lantai keramik yang licin. Aku selalu terkenang kepadamu Setiap melihat iklan sabun, shampo atau pasta gigi Atau setiap kali menyaksikan penyanyi dangdut di televisi Kini aku sendirian di hotel ini dan merasa Menjadi penyair lagi. Bau parfummu yang memabukkan Tiba-tiba menyalinap lewat pintu kamar mandi Dan menyerbuku bagaikan baris-baris puisi Kau tahu, Melva, aku selalu gemetar oleh kata-kata Sedang bau aneh dari tengkuk, leher dan ketiakmu itu Telah menjelmakan kata-kata juga Kini aku sendirian di hotel ini dan merasa Menjadi penyair lagi. Helai-helai rambutmu yang kecoklatan Kuletakkan dengan hati-hati di atas meja Bersama kertas, rokok dan segelas kopi. Lalu kutulis puisi Ketika kurasakan bibirmu masih tersimpan di mulutku Ketika suaramu masih memenuhi telinga dan pikiranku Kutulis puisi sambil mengingat-ingat warna sepatu Celana dalam, kutang serta ikat pinggangmu Yang dulu kautinggalkan di bawah ranjang...