Pernah bahagia kita merekah indah, tanpa sedikitpun gelisah. Saat lantunan rindu adalah alasan tiap pertemuan. Saat mencintaimu bukan hanya sekedar lamunan. Semurung mendung sederas hujan. Mimpiku memuai hebat adanya ketiadaan. Aku tak pernah menyesal atas keputusanmu memilihnya, yang aku sesalkan adalah tidak ada sedetikpun kesempatan bagiku membuatmu bahagia. Kesalahanku, menjadikanmu alasan segala rindu. Waktupun mengurangi tetesan hujan, menjadi bulir-bulir kenangan. Ia menelusuk tanpa permisi membasahi nurani. Merangkat naik menyusun kata yang dibicarakan oleh pelupuk, memaksa mata bekerja mengeluarkan kalimat penuh derita. Degup jantung menyatu detik, menyuarakan penyesalan yang runtuh menitik. Bukan perih yang aku ratapi, tapi pengertian yang tak pernah kau beri. SADARLAH !!! Aku telah mencintaimu dengan terengah-engah. Mencibir oksigen dengan menjadikanmu satu-satunya udara yang aku izinkan mengisi setiap rongga. Menghempas darah dengan namamu yang mengalir mem...
Sebuah blog untuk mengumpulkan beberapa puisi atau sajak yang saya sangat sukai dari beberapa penulis. Dan juga berisikan beberapa coretan kecil saya sendiri