Apakah nasib kita akan terus seperti Sepeda rongsokan karatan itu? O… tidak, dik! Kita akan terus melawan Waktu yang bijak bestari Kan sudah mengajari kita Bagaimana menghadapi derita Kitalah yang akan memberi senyum Kepada masa depan Jangan menyerahkan diri kepada ketakutan Kita akan terus bergulat Apakah nasib kita akan terus seperti Sepeda rongsokan karatan itu? O… tidak, dik! Kita harus membaca lagi Agar bisa menuliskan isi kepala Dan memahami dunia Puisi Untuk Adik Karya Wiji Thukul
Sebuah blog untuk mengumpulkan beberapa puisi atau sajak yang saya sangat sukai dari beberapa penulis. Dan juga berisikan beberapa coretan kecil saya sendiri