Langsung ke konten utama

Postingan

Menjadi Penyair Lagi

Melva, di Karang Setra, kutemukan helai-helai rambutmu Di lantai keramik yang licin. Aku selalu terkenang kepadamu Setiap melihat iklan sabun, shampo atau pasta gigi Atau setiap kali menyaksikan penyanyi dangdut di televisi Kini aku sendirian di hotel ini dan merasa Menjadi penyair lagi. Bau parfummu yang memabukkan Tiba-tiba menyalinap lewat pintu kamar mandi Dan menyerbuku bagaikan baris-baris puisi Kau tahu, Melva, aku selalu gemetar oleh kata-kata Sedang bau aneh dari tengkuk, leher dan ketiakmu itu Telah menjelmakan kata-kata juga Kini aku sendirian di hotel ini dan merasa Menjadi penyair lagi. Helai-helai rambutmu yang kecoklatan Kuletakkan dengan hati-hati di atas meja Bersama kertas, rokok dan segelas kopi. Lalu kutulis puisi Ketika kurasakan bibirmu masih tersimpan di mulutku Ketika suaramu masih memenuhi telinga dan pikiranku Kutulis puisi sambil mengingat-ingat warna sepatu Celana dalam, kutang serta ikat pinggangmu Yang dulu kautinggalkan di bawah ranjang...

Sajak Cinta

Cintaku kepadamu belum pernah ada contohnya Cinta romeo kepada juliet si majnun qais kepada laila Belum apa-apa Temu pisah kita lebih bermakna Dibandingkan temu-pisah Yusuf dan Zulaikha Rindu-dendam kita melebihi rindu-dendam Adam Dan Hawa Aku adalah ombak samuderamu Yang lari datang bagimu Hujan yang berkilat dan berguruh mendungmu Aku adalah wangi bungamu Luka berdarah-darah durimu Semilir bagai badai anginmu Aku adalah kicau burungmu Kabut puncak gunungmu Tuah tenungmu Aku adalah titik-titik hurufmu Kata-kata maknamu Aku adalah sinar silau panasmu Dan bayang-bayang hangat mentarimu Bumi pasrah langitmu Aku adalah jasad ruhmu Fayakun kunmu Aku adalah A-K-U K-A-U Mu Sajak Cinta Karya Gus Mus

Hey Jendral

Hey jendral Kenapa dengan kau? Ada apa dengan kau? Semua kau bisniskan Orang cari kau uangkan Orang usaha kau uangkan Orang butuh kau uangkan Hey jendral Apakah sajak ku akan kau bungkam? Apakah kebenaran akan kau putar? Apakah ini sebuah pembalasan? Apakah kau ingin aku tumbang? TIDAAKKK Dengan lantang aku teriak Aku tak akan terisak Kami akan memberontak Suara ku akan menggema Kata kata ku akan terbang Kebenaran masih ada Kebaikan akan menang Karna kami bukan mainan Hey jendral Terima kasih untuk pengorbangan (kata mu) Terima kasih untuk janji mu (kata ku) Terima kasih untuk situasi (kata dia) Hey Jendral Karya Indra Bayu

Peringatan

Jika rakyat pergi Ketika penguasa pidato Kita harus hati-hati Barangkali mereka putus asa Kalau rakyat bersembunyi Dan berbisik-bisik Ketika membicarakan masalahnya sendiri Penguasa harus waspada dan belajar mendengar Bila rakyat berani mengeluh Itu artinya sudah gasat Dan bila omongan penguasa Tidak boleh dibantah Kebenaran pasti terancam Apabila usul ditolak tanpa ditimbang Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan DItuduh subversif dan mengganggu keamanan Maka hanya ada satu kata: LAWAN !!!!! Peringatan Karya Wiji Thukul

Dibawah Selimut Kedamaian Palsu

Apa gunanya ilmu Kalau hanya untuk mengibuli Apa guna baca buku Kalau mulut kau bungkam melulu Dimana-mana moncong senjata Berdiri gagah Kongkalikong Dengan kaum cukong Di desa-desa Rakyat dipaksa Menjual tanah Tapi, tapi, tapi, tapi Dengan harga murah Apa guna baca buku Kalau mulut kau bungkam melulu Karya Wiji Thukul

Hari Itu Aku Akan Bersiul-Siul

Pada hari coblosan nanti Aku akan masuk ke dapur Akan kujumlah gelas dan sendokku Apakah jumlahnya bertambah Setelah pemilu bubar? Pemilu oo… pilu, pilu Bila hari coblosan tiba nanti Aku tak akan pergi ke mana-mana Aku ingin di rumah saja Mengisi jambangan Atau menanak nasi Pemilu oo… pilu, pilu Nanti akan kuceritakan kepadamu Apakah jadi penuh karung beras Minyak tanah Gula Atau bumbu masak Setelah suaramu dihitung Dan pesta demokrasi dinyatakan selesai Nanti akan kuceritakan kepadamu Pemilu oo… pilu, pilu Bila tiba harinya Hari coblosan Aku tak akan ikut berbondong-bondong Ke tempat pemungutan suara Aku tidak akan datang Aku tidak akan menyerahkan suaraku Aku tidak akan ikutan masuk Ke kotak suara itu Pemilu oo… pilu, pilu Aku akan bersiul-siul Memproklamasikan kemerdekaanku Aku akan mandi Dan bernyanyi sekeras-kerasnya Pemilu oo… pilu, pilu Hari itu aku akan mengibarkan hakku Tinggi , tinggi Akan kurayakan dengan n...

(Tanpa Judul)

Kuterima kabar dari kampung Rumahku kalian geledah Buku-bukuku kalian jarah Tapi aku ucapkan banyak terima kasih Karena kalian telah memperkenalkan Sendiri Pada anak-anakku Kalian telah mengajar anak-anakku Membentuk makna kata penindasan Sejak dini Ini tak diajarkan di sekolahan Yapi rezim sekarang ini memperkenalkan Kepada kita semua Setiap hari di mana-mana Sambil nenteng-nenteng senapan Kekejaman kalian Adalah bukti pelajaran Yang tidak pernah ditulis Karya Wiji Thukul